UpdateLampung – Upaya pemerintah menambah pasokan biosolar mulai memberikan dampak positif di Provinsi Lampung. Antrean kendaraan yang sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU kini mulai berkurang setelah distribusi biosolar ditingkatkan menjadi 2.797 kiloliter per hari.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, mengatakan peningkatan distribusi dilakukan karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap biosolar bersubsidi.
Ia menjelaskan kuota normal distribusi biosolar berada di kisaran 2.100 kiloliter per hari. Namun, untuk mengatasi lonjakan permintaan, pemerintah meningkatkan realisasi penyaluran hingga hampir 700 kiloliter tambahan setiap hari.
Selain meningkatkan volume distribusi, pemerintah juga mulai menyalurkan Biosolar B50 ke seluruh SPBU di Provinsi Lampung. Seluruh tambahan pasokan kini telah menggunakan campuran biodiesel terbaru tersebut.
Budhi menilai kebijakan itu mulai memberikan hasil. Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan di sejumlah SPBU berangsur menurun seiring bertambahnya pasokan yang diterima setiap daerah.
Lebih lanjut, pemerintah memastikan harga Biosolar bersubsidi tetap Rp6.800 per liter sehingga masyarakat tidak terbebani oleh perubahan komposisi biodiesel dari B40 menjadi B50.
Dengan realisasi distribusi yang telah mencapai sekitar 105 persen dari kuota normal, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat terhadap biosolar dapat terpenuhi secara lebih baik, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas transportasi dan sektor usaha yang bergantung pada BBM bersubsidi.(NdH)











